26.6.19

About Malang : Santapan Legendaris Kota Malang Ronde Titoni

Saya ini penggemar nomer satu wedang jahe dan wedang-wedang nusantara lainnya, khususnya jahe sih cwintaaa banget. Apalagi kemarau ini Malang sedang dingin-dinginnya sampai-sampai suhu mencapai 16 derajat. Most wanted food di saat-saat seperti ini ya wewedangan yang bisa menghangatkan tubuh seketika serta relaksasi.

Di Malang sendiri sudah menjamur wedang-wedang nusantara seperti ronde, asngle, susu telor madu jahe (STMJ), dan tahwa. Favorit saya ya si bola tepung ketan berisi kacang dan gula merah alias wedang ronde. Nah kali ini saya akan ajak kalian buat nyicip hangatnya wedang ronde yang sudah melegenda di Malang : Ronde Titoni.

Ronde Titoni

Kedai Ronde Titoni sudah ada sejak 1948, memang awalnya dulu bukan kedai seperti ini tapi san pemilik pertama Bapak Alm. Abdul Hadi berjualan ronde dengan cara dipikul. Dulunya biasa mangkal di depan Toko Jam Titoni makanya lebih dikenal dengan sebutan nama tersebut. Letaknya di Jl. KH Zainul Arifin , gampangnya dari arah Malang Plaza atau Gajahmada Plaza pertigaan belok ke kiri lalu letak kedainya di kanan jalan sebelah warung sate. Ohya perlu dicatat kalau jam bukanya sekitar habis magrib gitu, jangan kesini sebelum itu ya.

BACA JUGA : PANTAI SALEO, STAY TERBAIK DI RAJA AMPAT

Kalau kesini sebelum prime time (jam 7-8 malam) pesen masih enak gausa pakai antri dan gausa bingung cari tempat duduk. Menu disini ada apa aja sih? Ada ronde, angsle, kacang kuah, dan jajanan seperti roti goreng dan cakwe. Biasanya jajanan ini dicocol ke kuah wewedangan tersebut.

Kata Pak Sugeng salah satu penerus generasi kedua kedai ini bilang kalau menu andalan disini adalah ronde kering dan kacang kuah. Ronde kering sendiri berbeda dengan ronde-ronde pada umunya. Kalau ronde biasa berisi kacang dan gula merah, kalau ronde kering bagian luarnya dilumuri serbuk kacang juga jadinya lebih crunchy. Penyajiannya juga beda, dipisah sama kuahnya. Jujur ini menu favorit saya banget! Harga wedangnya sendiri mulai dari 10.000 hingga 12.000 rupiah saja.

Ronde Kering : kacang diluar, kacang didalam!
Camilan Roti Goreng dan Cakwe - Kacang kuah - Ronde kering- Kuah Jahe
Selain itu ada kacang kuah, bentukannya creamy berisi kacang tanah yang sudah direbus. Rasanya manis dan sedikit ada rasa santan. Ternyata bukan santan, tapi sari rebusan dari kacang tanah tersebut yang membuat rasanya menjadi gurih. Ohya, selain wedang ronde, angsle, amupun kacang kuah kalian bisa banget request menu campuran seperti ronde kuah angsle. Hem.. saya sih belum pernah coba yaaa.

Ronde yang dicampur angsle
Kalau dirasa terlalu jauh ke area KH. Zainul Arifin ini bisa melipir ke berbagai cabang lainnya seperti di area Jl Kawi, Lejten Sutoyo, dan Kebalen Wetan,Saya lebih sering beli di area Jl Letjen Sutoyo, tapi di cabang ini udah ga menyediakan ronde kering jadi biasanya beli yang ronde basah aja gatau kalau di cabang lain ada atau enggak. Tapi jangan lupa untuk nyicip gurihnya angsle disini karena gak kalah yahut sama menu andalan lainnya.

Suasana di Kedai Ronde Titoni pusat
Selamat mencoba wedang nusantara khas Malang!

hehe

Wawa Yasaruna's

1 komentar:

  1. Aku udah lama di Malang malah ngga tau ronde ini. Keknya enak itu cemilannya. :(

    BalasHapus