5.11.18

Napak Tilas Proklamator di Wisma Ranggam


Salah satu tempat bersejarah di Muntok ini memang sengaja saya tulis ekslusif di satu postingan karena menurut saya tempat ini menjadi cikal bakal sejarah besar dan memiliki nilai historis yang tinggi. Letaknya sendiri gak jauh dari Museum Timah Bangka, serta letaknya strategis di pusta kota Muntok.
 
"Kemerdekaan Penuh itu Dicapai, Tanpa ini Indonesia Sulit Merdeka"

 
Bangunan itu tampak depan seperti rumah kuno ala Belanda pada umumnya, dulu tempat ini sebagai tempat pengadilan pada tahun 1890 lalu beralih fungsi menjadi tempat persinggahan pejabat timah Banka Tin Winning (BTW).  Maka dari itu pesanggrahan ini sempat dijuluki gedung BTW. Begitu datang kami disambut hangat oleh petugas setempat yang merupakan anak kandung dari orang yang sempat merawat bangunan ini karna sempat terbengkalai beberapa tahun. Beliau menjelaskan dengan runtut sejarah akan Pesanggrahan Muntok / Wisma Ranggam ini.


Apa yang spesial dari tempat ini?

Di tahun 1897 adalah tempat wafatnya Kanjeng Pangeran Hario R.M yang menghianati Belanda dan berpihak pada Indonesia setelah beliau ditahan selama tujuh bulan. Selain itu yang membuat tempat ini ikonik adalah menjadi tempat tinggal proklamator Indonesia selama di Muntok termasuk Bapak Proklamator Ir. Soekarno. Rekam jejak tempat pengasingan Soekarno selain di Muntok adalah Ende Flores, Berastagi, dan Papua.  


Tokoh yang diasingkan ke Muntok pada saat itu adalah Bung Karno, Bung Hatta. Mr. Asaat, Komodor Suryadarma, Mr. A.G Pringgodigdo, Sutan Syahrir, Haji Agus Salim, Bung Hatta, dan Com. Suryadarma. Sebagian dari mereka tidak tinggal disini melainkan di kawasan Menumbing dan Bung Hatta sempat dipenjara disana. 


Yang paling menarik bagi saya adalah bagaimana saat itu Soekarno yang awalnya ditempatkan di Pegunungan Menumbing memberontak untuk tingal di kota karena beliau mengutamakan kemasyarakatan. Saat melihat galeri foto terdapat juga Pak Karno sedang bermasyarakat dan berjalanan berkeliling kota Muntok, bermain bersama anak-anak, serta minum kelapa muda dengan warga.
 
Bilik milik Ir. Soekarno




Pak Karno juga pernah berswafoto dan mengirimkannya ke Ibu Fatmawati

"Fat, ini adalah gambar mas pada waktu sehari di Mentok.
Kurus ataukah gemuk?
Mas"


Sejarah gak berhenti di situ saja, ketika masa pengasingan selesai pada tahun 1951 Soekarno kembali ke Muntok untuk melakukan napak tilas untuk mengingat masa-masa selama diasingkan. Selain itu Pak Karno mengajak piknik bersama masyarakat Muntok di Tanjung Kalian. Di keterangan yang saya baca, masyarakat antusias membawa tikar, kue-kue, dan bernyanyi bersama sang Proklamator. 

BACA JUGA : ONE DAY IN : PANGKALPINANG? KULINERIN AJA!

Barang peninggalan kantor timah BTW


Galeri Foto
Sejak itu sampai kini setahun sekali sebelum bulan ramadhan dilakukan napak tilas oleh masyarakat Muntok dan diikuti pula para keturunan tokoh-tokoh proklamator untuk mengingat tempat pengasingannya.

hehe.

Wawa Yasaruna's




Tidak ada komentar:

Posting Komentar