11.10.18

One Day In : Pangkalpinang? Kulinerin aja!

Lepas dari Muntok yang belum khatam saya tulis semuanya, saya pingin share tentang pengalaman sehari di Pangkalpinang. Sebenernya gak sampai sehari sih, tiba di Pangkalpinang jam tujuh malam lalu besoknya jam tiga sore harus nyebrang ke Belitung. Sebenernya waktu di Bangka ini sedikit terburu-buru karena mengejar kapal ferry ke Belitung itu, secara kapalnya cuma seminggu tiga kali keberangkatan jadi harus atur itinerary sebaik mungkin.

Pangkalpinang sendiri adalah Ibukota Provinsi Bangka Belitung, jauh lebih kota daripada Muntok huahahha. Kontras ketika saya pertama dateng setelah kurang lebih empat jam naik Damri (elf), lumayan rame dan lebih kota daripada Muntok. Kulinernya pun lebih kekinian, jadi makanan khas bangka yang tradisional bisa di cari di Muntok sedangkan yang lebih modern bisa cari di Pangkalpinang.

Awal dateng langsung nyari rotpang alias Roti Panggang Bangka, roti jaman dulu dengan isian kacang, coklat, selai, dan sebagainya. Dijalanan harganya cuma duaribu aja dan satu roti itu udah kenyang banget. Gak perlu susah-susah kalau mau cari makanan ini karena menjamur mulai sore sampai malam.

Rotpang 2000 an !

Setelah jajan rotpang bangka, saya langsung mencari thew fu fa aliasnya kalau di jawa itu tahwa hehehe. Tapi thew fu fa ini beda, dia pake sirup jahe merah, kalo di jawa kan pake air jahe anget. Harganya seporsi cuma 5000 rupiah, yum!

BACA JUGA :TANJUNG KALIAN, SAKSI BISU PERANG DUNIA II


Di Pangkalpinang memutuskan untuk tidak mencari tempat yang terlalu ribet dan tidak menginap, kita ngopi sampai pagi di satu-satunya kedai yang buka 24 jam dan sudah terkenal di Bangka yaitu Warung Tung Tau (Sejak 1938). Disini juga menyajikan rotpang tapi versi lebih premiumnya kali ya? Banyak orang sekitar yang merekomendasikan untuk kesini jika ke Pangkalpinang karena terkenal akan kopi dan rotpang nya, udah legend juga. Okelah markicob~

Menyusun itinerary selanjutnya sambil jajan
Setibanya di Warung Tung Tau (ternyata cabangnya banyak jadi ya tinggal pilih), yang dipesen malah minuman lumrah di jawa yaitu teh tarik sama wedang uwuh. Gubrak. Mungkin saking capenya dan ingin refresh pikiran :( Tapi disini saya juga pesen rotpangnya kok, sama jeruk kunci anget. Sbeenrnya saya nyoba rotpang disini membandingkan juga sih sama yang ada di jalan-jalan, waktu itu roti panggang telur dengan harga kurang lebih 20 ribu seporsi. Dan. lebih enak yang 2000anboskuuu :(((


The next day. Kami sempat tertidur di warung, tidurnya gantian sambil jaga barang karena memang nguantuk. Selepas subuh kami memburu matahari pagi di Pantai Pasir Padi.

Morning sunshine~


Setelah mantai dan bersentuhan langsung dengan air Laut Natuna, kami ke pelabuhan untuk memastikan kembali jadwal kapal keberangkatan ke Belitung sambil mencari bekal dan cari sarapan! Bekal kami untuk travelling di perjalanan adalah (dan selalu) ayam goreng tepung alias kfc-kfc an dan nasi putih (beli terpisah). Murah, porsi banyak. hehe.

Sarapan yang saya pilih saat itu adalah Mie Koba, kuliner khas bangka yang berasal dari daerah Koba Bangka Tengah. Mie kecil dengan kuah ikan tengiri yang sedep, pakai perasan jeruk kunci juga dan ditambah sambel. Sumpah enak banget huhu seporsi cuma 12 ribu puriah.



Seusai sarapan kami gak neko-neko cari tempat sembari nunggu jadwal kapal, akhirnya setelah kelliling Pangkalpinang hati kami jatuh pada satu suduh warkop yang rame yaitu Warung Kopi Akhew. Disini ketemu banyak orang baik, mulai pemiliknya sampai pengunjungnya. Kebetulan waktu itu kami ngobrol banyak sama Kepala Desa Aik Madu Belitung dan di traktir kopi susu hehe.

Warkop Akhew!

Kulineran di Pangkalpinang bener-bener kaya dan memberi rasa baru, tidak sabar untuk mencicipi kuliner lokal lainnya!

hehe

Wawa Yasaruna's

No comments:

Post a Comment