29.7.18

Wedang Secang yang Merelaksasi

Huru-hara Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang saya rasa dari awal hanya sebagai penggugur kewajiban saja dan saya rasa cukup menjenuhkan ternyata semakin kesini semakin kerasa asyiknya. Memang, jenuh luar biasa,rasanya seperti dipenjara. Ternyata, selain kurang mendengarkan musik selama KKN, saya juga kurang pinkik heuheu.

Saat ini saya lagi KKN di Desa Leminggir, Mojokerto kurang lebih sebulanan. Untuk mengantisipasi kebosanan, sesekali saya main ke kota buat menghirup udara segar diluar Leminggir. Sampai suatu ketika butuh asupan rempah-rempah buat menyegarkan badan dan pikiran, kebetulan di Mojokerto sendiri ada wedang peninggalan Mojopahit yang biasa disebut Wedang Secang. Denger-denger sih, dulu wedang ini sebagai suguhan wajib untuk tamu-tamu kerajaan Mojopahit.

Minuman tradisinonal ini bisa dibilang mirip-mirip Wedang Uwuh yang berasal dari Jawa Tengah. Untuk bahannya sendiri ada racikan rempah-rempah seperti serai, jahe, kayumanis, cengkeh, daun pala, dan bahan utamanya yang membuat wedang ini kemerah-merahan yaitu secang. Katanya wedang khas Trowulan Mojokerto ini khasiatnya sebagai penambah stamina tapi bagi saya pribadi bikin relaks dan seger di badan, seketika stress hilang haha.





Ngewedang minuman tradisional seperti ini sangat jarang saya lakukan dan sepertinya akan menjadi rutinitas ketika mulai spaneng, apalagi kalau sambil nyemil geramian seperti pentol, tempe/tahu, jamur, dan nasik bakar. Harganya sendiri relatif terjangkau, cuma 5-6 ribu rupiah saja.

Selain menjajal minuman rempah ini, di Mojokerto saya juga mencoba beberapa makanan khas dan beberapa tempat yang sangat asyik untuk dikunjungi plus mengedukasi. Akan diposting pada tulisan berikutnya !

Lokasi : Angkringan Paijo, Mojosari Mojokerto.

hehe.

Wawa Yasaruna's

No comments:

Post a Comment