10.2.18

One Day in : Tidore

Sayang banget dong kalo sudah ke Ternate tapi nggak ke Tidore?


That's the point !

Meskipun sebenarnya banyak banget pulau-pulau eksotis di sekitar Ternate, tapi jangan sampai ga ke Tidore karena mereka berdua ini memang sudah soulmate huehe. Menuju ke Tidore bisa pakai kapal apa aja karena setiap waktu ada akses kapal ke sana, durasi nya sekitar 30-45 menit an lah. Setelah melewati Pulau Maitara barulah kita sampai di Pulau Tidore.

Luas Tidore cuma 48 km, untuk berkeliling pulau ini butuh waktu satu setengah jam saja! Selain itu memang Tidore lebih bersih daripada Ternte, bahkan pernah menyabet pengharaan kota kecil terbesih sampai delapan kali.

Jadi dengan waktu satu hari tempat apa aja yang bisa dijamah ?



Kedaton Kesultanan Tidore

Masih dengan heritage Maluku Utara, tapi saya gak bahas terlalu detail karena memang disana lumayan singkat. Intinya Kedaton ini lebih banyak di rombak dan tidak se-eksklusif Kedaton di Ternate. Selain itu rejeki banget karena katanya sebenernya Sultan ga bisa hadir, tapi ternyata tiba-tiba bisa meskipun ga lama.

Kata Bungkarno "Tanpa Tidore, Sabang tidak akan sampai Merauke" karena pada akhirnya Tidore menyerahkan diri menjadi satu kesatuan Nusantara. Abdi dalem di Kesultanan Tidore namanya Mote-Mote (protokoler kesultanan).






Mote-mote

Sooo what's next ??

Benteng-Benteng Tidore 


Para penjajah selain mewariskan bahasa dan luka #halah, banyak juga peninggalan yang bersifat arsitektur dan kini bisa berubah jadi situs serta cagar budaya. Salah satunya adalah benteng. Gak jauh dari kawasan Kedaton, kita bisa singgah ke Benteng Tahula. FYI kita harus naik naik anak tangga dengan kemiringan ekstrim, asli, hampir 90 derajat ga bohong :( Tapi diatas benteng kita bisa sekalian melihat cityscape Kota Tidore, bisa lhat langsung ala-ala bird eye tanpa harus pakai drone. Yihuuuuu!
Cityscape, sayangnya sedang mendung huhu


Selain itu kita juga bisa singgah ke Benteng Tore yang searah sama Desa Gura Bunga. Tetep harus naik-naik ke puncak gunung kalo mau ke benteng, daaan kita bisa lihat (lagi) landscape Kota Tidore versi lebih banyak lautnya.



Desa di atas Awan Gura Bunga 

Menuju ke Desa ini bisa pakai motor maupun mobil, tapi harus ekstra hati-hati kalau pake motor karena bikin kampas rem kendor dan gosong. Dengan ketinggian kurang lebih 900 meter DPL membuat desa ini berhawa dingin, kita merasa dekat banget sama Gunung Kie Matubu Btw jadi pingin naik Gamalama sama Tidore hufffttt :(((

Setelah disambut dan diberi penjelasan macem-macem (tapi saya ga ikut karena ada drama hape ilang pulak ternyata tertinggal di mobil polisi hmmmm), saya berkeliling dan nemu rumah adat serta menikmati kehidupan perkampungan disini. Kalau lagi rezeki bisa dapet dan ngelihatin awan-awan lucu. Desa yang terletak di kaki Gunung Kie Matubu ini disebut Gurabunga atau Desa Bunga karena di setiap sudutnya banyak bunga-bunga.



Setelah berkeilling Tidore sebelum petang kita buru-buru balik ke pelabuhan, lagi-lagi disuguhi senja cantiknya Maluku Utara:))


hehe

Wawa Yasaruna's

6 comments:

  1. Pemandangan dari atasnya td, aku sukaaaa banget. Ini kliatan sejuk ya kotanyaa.. Lgs ngebayangin mas, seandainya kalo pensiun nanti bisa tinggal di tempat seperti ini :D. Masih belum jadi2 mau ke maluku sana -_-

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe iya kotanya damai :D makasih sudah berkunjung

      Delete
  2. Pemandangannya keren, pengen ngambil photo sunset atau sunrise dari tempat itu. Kira-kira keren gak sunset/sunrise nya ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Keren banget, salah satunya di foto terakhir saya di foto ini hehe

      Delete
  3. saya mah udah kadung rindu sama Tidore, suasananya itu sejuk dan damai.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kak hehe Maluku Utara memang selalu bikin rindu

      Delete