17.2.18

Memanjakan lidah di Banyuwangi

Sebenarnya sudah merancang postingan ini sedari Febuari tahun lalu setelah backpacking ke Banyuwangi, tapi tanpa disangka-sangka tahun ini balik ke sana dan bisa melengkapi pengalaman mencicipi secara langsung makanan-makanan endeus di Banyuwangi! Yippieeee! Lebih senangnya lagi pengalaman saya kali ini makanan-makanan ini tanpa diminta datang sendiri hehe, aliasnya dapet rejeki cuma-cuma tanpa harus mengeluarkan rupiah.

Sepengalaman saya menjajal makanan-makanan di bumi blambangan ini bisa disimpulkan bahwa saya harus ke Banyuwangi sering-sering karena makanan khas nya buanyaak dan enaaaaak. Mulai dari kudapan, makanan berat, sampai minuman, mungkin sudah 75% yang sudah pernah bersentuhan dengan lidah saya hehe.


Kucur, jenang bedhil, dan Surabi

Kita mulai dari kudapan, ya. Sebenarnya cemilan-cemilan yang sudah saya sebut diatas itu juga ada di daerah-daerah Jawa Timur lainnya, tapi menurut pribadi saya memang ada perbedaan terutama pada kucur nya. Untuk serabi juga lebih "ceper" dan sedikit berbeda dengan di daerah saya, mungkin perbedaan topping dan tingkat ketebalannya. Kalo di Malang serabinya tebal gendut gitu, kalo disini pipih. Teruuus sepengalaman saya makan serabi itu ada kuahnya santen pakai gula merah, disini tanpa kuah dan ditambahi topping gula merah kental ada juga yang pake taburan kelapa parut. Kalo kucurnya saya akui emang juara banget, warnanya coklat jadi gulanya pake gula aren atau gula merah dan digoreng anget-anget uwuwuwu enak banget :( Kalo di daerah saya sih warnanya putih atau ijo gitu , disini lebih empuk dan kenyal. Waktu itu saya beli di Kemangi tepatnya di Desa Wisata Kemiren dengan harga lima ribu rupiah saja satu porsinya.

Surabi

(dari kanan) Kucur, serabi, jenang bedhil, dan kopi susu robusta jaran goyang)

Tahu Walik


Nah kalo ini saya sudah pernah mencoba tahun lalu, waktu itu langsung nyobain yang katanya paling recommended se-banyuwangi Tahu Walik Ibu Atun yang berlokasi di dekat Pantai Boom. Tapi ternyata setelah menjajal beberapa lainnya memang punya Bu Atun ini paling oye :') Petisnya bisa molor gitu kaya karamel, trus daleman tahu waliknya daging nya lebih berasa daripada yang lain. Untuk petisnya sendiri ada dua macem, pedes dan gak pedes.


Kopi Jaran Goyang

Banyuwangi yang kondang berkat pelet "jaran goyang"nya kini dibranding menjadi nama kopi. Di kemangi Desa Wisatan Kemiren kalian bisa nyobain Kopi Jaran Goyang asli Banyuwangi, bisa kopi susu atau kopi hitam, bisa arabica atau robusta. Harga kopi hitam arabica Rp 7000 dan robusta Rp 5000 percangkir, untuk kopi susu arabica Rp 9000 dan kopi susu robusta Rp 7000. Tapi untuk kopi hitam saya lebih sering disuguhui waktu berkunjung ke warga setempat, lebih asli rasanya karena dipanggang dan ditumbuk sendiri.

Kopi Jaran Goyang suguhan warga setempat

Sego Tempong

Kita lanjut ke makanan berat, yang paling well known tidak lain dan tidak bukan adalah Sego Tempong. Jadi sebenernya nasi tempong itu perpaduan sayuran, lauk pauk, dan sambal khas Banyuwangi yaitu sambal tempong. Saya hampir setiap hari makan siang nasi tempong karena kemanapun perginya kalo di Banyuwangi pasti ketemu warung nasi tempong. Harganya rata-rata 8-10 ribu seporsi dengan lauk tempe dan telur murah bangeet. Tapi ada salah satu warung yang sangat terkenal namanya Sego Tempong Mbok Wah yang gak jauh dari Stasiun Karangasem, lauknya lengkap dan beragam tapi harganya lumayan merogoh kocek. Waktu itu saya pesen nasi tempong dengan lauk udang dan telur puyuh ditambah minuman yang selalu ada dibanyuwangi Es Temulawak, total yangn harus saya bayar Rp 35.000. Tapi emang banyak pilihan lauk seperti ikan, cumi, udang, tempe, tahu dsb. Enak dan recommended !

(Baru sebagian) lauk pauk di Sego Tempong Mbok Wah

Sego Tempong ft Es Temulawak, jodoh banget!
Pecel Pitik

Sebenernya Pecel Pitik syarat utama Suku Osing ketika ada hajatan atau permintaan kepada tetua luhur, lambat laun waktu berjalan sampai detik ini tradisi tetap di pegang teguh. Saya sendiri melihat langsung segala ritual tersebut karena bertepatan dengan kegiatan ekspedisi saya di Banyuwangi. Tapi kalau orang awam mau merasakan juga bisa beli kok, tapi sepertinya saya  baru menemui (lagi-lagi) di Desa Wisata Osing Kemiren dengan harga Rp 20.000 per porsinya.

Sebelum di aduk
Siap disantap

Rujak Soto

Nah kalo menurutku yang satu ini bukan termasuk list makanan tradisional favorit karena rasanya kurang masuk akal ya ._. tapi gatau lagi kalau banyak orang yang cocok, kalau aku sih no hehe.


Nah itu dia beberapa opsi yang harus dicoba ketika berkunjung ke Banyuwangi, selamat memanjakan lidah!

hehe

Wawa Yasaruna's

3 comments:

  1. Sego Tempong!
    Kesukaan bangettttt. Sayurnya, hadeuh masyaAllah~ seger banget. Kalau aku sih waktu itu di warungnya mbok Nah wkwkw. Sayurannya banyak, trus sambelnya juga sambel segar. Bisa deh makan sayur sama ikannya doang tanpa nasi xD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa aku jg pernah coba yang Mbok Nah, tp masih lbh enak Mbok Wah menurutku pribadi hhahahah

      Delete