12.6.18

Semua Tentang Kapal Legundi Surabaya-Lombok

Musim mudik. Salah satu momentum juga untuk sharing informasi tentang salah sati trasnportasi yang pernah saya coba. Berhubung rutenya cukup menarik perhatian, maka kita ulas habis semuamuanya tentang KMP Legundi jurusan Surabaya-Lombok PP.

Naik kapal laut untuk rute perjalanan yang cukup jauh mungkin bagi sebagian orang adalah nightmare, so do I. Tapi ternyata gak sehoror itu kok. Naik kapal ini merupakan salah satu alternatif untuk liburan ke Lombok tapi low budget, dan pertimbangan saya saat itu adalah bisa bawa motor jadi jauh lebih hemat.



17.5.18

Makanan Lokal Ternate, Surganya Rempah Indonesia

Sembari mengingat-ingat semua makanan yang masuk mulut waktu itu... HUEE kan jadi ngiler :(

Satu post yang terlewat lumayan lama karena memang bingung harus memulai dari mana saking banyaknya makanan yang saya coba di Ternate. Sebagai pusat rempah-rempah pada jaman kolonial  sehingga makanan olahan disini menurut saya memang kontras sama makanan yang biasa saya makan di Jawa, disini kaya akan rempah sekali.

Kondisi geografis kota sejarah ini juga sangat mempengaruhi apa yang diolah menjadi masakan, cari ayam disini susah banget dan mahal luar biasa. Sebaliknya, ikan dan hal-hal per-seafood-an lain melimpah ruah, jadi lauk pauk didominasi ikan-ikanan. Yum!

Begitu sampai di Ternate makanan pertama yang saya coba itu kudapan-kudapan lokal aliasnya jajanan pasar. Ada tiga macem yang disajikan yaitu palampa, pisang choe, dan pia ternate. Palampa sendiri ternyata adalah lemper tapi versi lebih pipih serta ada isian ikan, bedanya kalau di jawa kan tebal dan berisi ayam gitu hehe. Lalu pisang choe sendiri semacam bolu dengan dominasi rasa pisang, enak pokoknya agak ada rasa-rasa tape nya juga. Yang paling faforit  dan setiap sarapan  wajib diambil duluan diantara ketiganya ya si palampa itu.

Pisang choe ft palampa ft bakpia 

11.5.18

Pengalaman Melawan Badai di Kenawa

Siapa yang bakal menyangka saya bakal bisa menginjak tanah Sumbawa ?

Sampai detik ini pun saya masih geleng-geleng kalau mengingat perjalanan motoran sampai Lombok bahkan bonus ke pulau kecil di Sumbawa Barat yang lebih sering di sapa Pulau Kenawa. Bisa banget ngakalin perjalanan yang super low budget menuju kesini dengan melakukan perjalanan darat atau istilah umum nya ngecer.

Sebenarnya karena Kenawa ini mulai ramai pengunjung dan terfasilitasi, menuju ke sini cukup mudah untuk mendapatkan informasi mulai dari Blog hingga Instagram. Tapi lebih aman lagi kalo kesini bareng orang Lombok asli soalnya kita gak paham bahasa serta keadaan disana. Sangat beruntung waktu itu sepupu-sepupu Kak Ine (salah satu teman organisasi di kampus yang asli Lombok) mau nemenin ke Kenawa sehingga rencana awal yang serba ribet jadi terasa lebih mudah, tingkyu Kak Inek beserta jejeran sepupu!

Dari Lombok kita menuju Pelabuhan Kayangan dan nitip motor disana, setelahnya beli tiket menuju Pelabuhan Poto Tano Sumbawa dengan harga Rp 17.000 saja untuk satu orang tanpa motor. Kalo lagi beruntung kalian bisa dapet kapal dengan layanan VIP kayak saya waktu pulangnya, berangkatnya dapet kapal standart sepaket dengan hiburan karaoke yang memekakkan telinga. Berangkat kutang lebih pukul 15.00 WITA kita dapet pemandangan yang jarang banget ditemui di Jawa, dimulai dari gagahnya Rinjani sampai siluet pulau-pulau kecil di seberang, epic!

15.4.18

One Day in : Solo

Memang Kota Solo tidak sepadat Yogyakarta dari sisi pariwisatanya, namun icon Jawa Tengah ini kaya banget akan heritage dan hal-hal berbau sejarah lainnya. Menuju ke kota batik ini bisa pakai bis maupun kereta, mana sekarang terminalnya bagus bangeeet, era Bapak Jokowi menjadi walikota Solo dibenahi habis-habisan. Saya merasakan kok perubahannya yang sangat signifikan, dulu terminalnya bener-bener kumuh bahkan gak jarang tikus segede-gede kucing seliweran dan sekarang udah rapih ala-ala bandara gitu hehe.

Kalau untuk transportasi umum sudah difasilitasi pemerintahan setempat dengan Batik Solo Trans (BTS) dan juga angkot, tapi kalo gamau ribet sekarang udah marak ojek online untuk opsi alternatif lain.

Rekomendasi Wawa untuk seharian di Solo ada apa aja ?

Keraton Solo

Meskipun bukan sessesu yang baru  tapi jangan sampai melewatkan Keraton,  karena masih lestari dan berfungsi sampai sekarangs  Selain itu dengan mengunjungi kawasan ini kita jadi turut mengakui heritage nya Indonesia khususnya daerah Jawa. Cocok juga untuk wisatawan yang sekedar pingin foto-foto lucyu. Btw saya terakhir kesana tahun 2013 heheeeee.....

sisa-sisa foto yang ada heuu

Si Kondang Bukit Meresse

Saya pribadi sebenarnya tidak terlalu suka mengunjungi tempat-tempat yang klise, namun Bukit Meresse atau Bukit Merisik jangan sampai dilewatkan kalau lagi berkunjung ke Lombok. Dari hal-hal yang berbau budgedting sampai tips akomodasi yang bisa kalian telisik di sini, kali ini saya mau share tentang interpretasi sebuah kawasan yang sempurna yaitu Tanjung Aan dan Bukit Meresse.

Letak nya di Lombok Tengah dan memang berdekatan dengan kawasan-kawasan wellknown lainnya, tapi saya gatau juga gimana caranya bukit ini membius saya. Sering banget keluar di blog-blog maupun explore Instagram. tapi tetep jadi tujuan utama saya ketika ke Lombok.

Tanjung Aan

26.2.18

Danau di Kaki Gunung Gamalama

Ternyata selain kaya akan wisata bahari Ternate juga punya ranu lho! Berjarak kurang lebih sepuluh kilometer dari pusat kota, Danau Tolire hanya bisa dijamah dengan kendaraan pribadi atau sewa karena belum ada transportasi umum yang disediakan pemerintahan setempat. Menuju tempat ini juga satu jalur dengan wisata Batu Angus jadi temen-temen yang berniatan ke Tolire bisa sekalian mengunjungi Batu Angus.

Danau ini penuh dengan legenda, konon Tolire terbentuk karena kepala desa yang menghamili anaknya sendiri sehingga sang penguasa alam murka dan menenggelamkan desa menjadi danau. Versi science nya danau ini terbentuk karena letusan Gunung Gamalama di masa silam. Oh iya, btw sebenarnya rangkaian kawasan ini ada Danau Tolire Besar dan Danau Tolire Kecil cuman waktu itu saya hanya berkunjung ke Tolire Besar.


17.2.18

Memanjakan lidah di Banyuwangi

Sebenarnya sudah merancang postingan ini sedari Febuari tahun lalu setelah backpacking ke Banyuwangi, tapi tanpa disangka-sangka tahun ini balik ke sana dan bisa melengkapi pengalaman mencicipi secara langsung makanan-makanan endeus di Banyuwangi! Yippieeee! Lebih senangnya lagi pengalaman saya kali ini makanan-makanan ini tanpa diminta datang sendiri hehe, aliasnya dapet rejeki cuma-cuma tanpa harus mengeluarkan rupiah.

Sepengalaman saya menjajal makanan-makanan di bumi blambangan ini bisa disimpulkan bahwa saya harus ke Banyuwangi sering-sering karena makanan khas nya buanyaak dan enaaaaak. Mulai dari kudapan, makanan berat, sampai minuman, mungkin sudah 75% yang sudah pernah bersentuhan dengan lidah saya hehe.

10.2.18

One Day in : Tidore

Sayang banget dong kalo sudah ke Ternate tapi nggak ke Tidore?


That's the point !

Meskipun sebenarnya banyak banget pulau-pulau eksotis di sekitar Ternate, tapi jangan sampai ga ke Tidore karena mereka berdua ini memang sudah soulmate huehe. Menuju ke Tidore bisa pakai kapal apa aja karena setiap waktu ada akses kapal ke sana, durasi nya sekitar 30-45 menit an lah. Setelah melewati Pulau Maitara barulah kita sampai di Pulau Tidore.

Luas Tidore cuma 48 km, untuk berkeliling pulau ini butuh waktu satu setengah jam saja! Selain itu memang Tidore lebih bersih daripada Ternte, bahkan pernah menyabet pengharaan kota kecil terbesih sampai delapan kali.

Jadi dengan waktu satu hari tempat apa aja yang bisa dijamah ?

Kedaton Ternate yang tak Bersultan

Sengaja mancing pakai laut-laut sebagai prolog kisah-kisah di Ternate biar netizen tau dulu kondisi geografisnya #halah. Salah satu yang paling saya suka ketika menjelajah suatu kawasan adalah menyelami budayanya, karena hal ini bakal bikin saya semakin kaya secara lahir maupun batin bukan secara materi. Saya bisa research langsung dan menikmatinya dengan mata kepala sendiri.

Terlepas dari laut-laut Ternate di postingan kemarin, kali ini saya bakal bagi heritage-nya yang jelas sangat kontras dengan heritage Jawa.

Kedaton Ternate sendiri merupakan peninggalan kerajaan islam pada abad penjajahan dulu, tau sendiri kan Ternate-Tidore tidak asing di telinga kita karena sejak sekolah dasar (SD) kita sudah dijejali sejarah kemerdekaan Indonesia. Kayanya bumi Maluku Utara ini akan rempah-rempah menjadi salah satu pintu masuk kolonel dan kawan-kawan penjajah lainnya lewat jalur laut Filipina. Selain itu Ternate-Tidore juga salah satu tempat tersebar pesatnya agama islam di Maluku, maka dari itu timbulah kerajaan Ternate dan Tidore guna meluluhlantakkan Portugis.


Nah, terus kenapa dinamakan kedaton? Apa bahasa "sana" nya keraton atau ada arti tersendiri?

18.1.18

Keberagaman Pantai Ternate

Iyey! Akhirnya ada waktu untuk melanjutkan perjalanan panjang selama libur tiga bulanan kemarin. Liburnya 3 bulanan yang lalu dipostnya libur sebulanan sekarang hehe. Setelah kisah main-main ke Makassar kemarin saya melanjutkan perjalanan ke Ternate untuk mengikuti serangkaian acara Jambore Fotografi Mahasiswa Indonesia (JFMI) ke X di Ternate, Maluku Utara. Jadi sebenernya Ternate sendiri adalah pulau yang kecil. Kata mas-mas panitia (aduh lupa namanya) yang jemput saya dari bandara, luas mengelilingi Ternate cuma sekitar satu setengah jam aja. Wew.

"Sesaat lagi pesawat akan mendarat di Bandara Sultan Baabullah Ternate..."

11.1.18

About Malang : Ke Malang tapi ga ke Bromo? Rugi!

Kalau kata pepatah banyak jalan menuju Roma, artinya dalam mencapai sesuatu masih banyak cara alternatifnya. Termasuk menuju ke Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) yang terletak di empat kabupaten yaitu Kabupaten Malang, Pasuruan, Probolinggo, dan Lumajang.

Kaldera Bromo dari puncak kawah
Saya pribadi dari lahir sudah tinggal di Malang, dan baru merasakan berkunjung ke TNBTS sewaktu kelas satu SMA. Tapi kebanyakan orang Malang sendiri belum pernah main-main ke sini yang lebih terkenal sama Bromo nya. Saya sendiri lupa sudah berapa kali berkunjung karena selalu ada aja jalan untuk balik kesini, mengingat dari rumah saya via jalur Tumpang kalau ditempuh pakai motor cuma satu setengah jam saja. Bahkan saya pernah salam satu bulan tiga kali main-main kawasan ini, heu. 

1.1.18

Travelling with Disderi 3 Lens

Setelah sekian lama saya nggak main analog dikarenakan salah satu tempat cuciscan langganan saya di Malang udah nggak membuka jasa untuk itu, saya sedikit demotivation buat "nganalog" lagi. Selain itu kalo dulu ada barengannya main yaitu Adani sekarang uda ga ada jadi males-malesan gitu. Eetapi sekarang di Malang ada komunitas Dari Masa Lalu yang mana mereka menjembatani kita-kita yang hobi nganalog dan ngelomo.Selain membuka jasa untuk cuciscan seharga 42 ribu per roll nya, mereka juga jual berbagai film bahkan sering juga ngadain workshop.

Saya sendiri udah beli Kamera Disderi 3 Lens waktu maasih SMA, sekitar 2014 an sebelum Disderi jadi pasaran. Roll pertama juga diambil tahun 2014 atau 2015 an gitu, tapi baru di cuci scan akhir 2017. Hampir semua terbakar, sisa enam foto saja yang selamat, huh!

Agustus kemarin waktu plesiran saya bawa kamera itu dan cuma bermodal satu roll saja, selama sebulan ga abis abis! Mulai dari Madura, Makassar, sampe Ternate semua terekam dalam satu roll film. Alhamdulillah hasilnya lucuk juga. Waktu itu saya pake Kodak Color ISO 400, silahkan dilihat hasil dari kamera robot ini fellas, enjoy!


Test roll