23.12.17

Lima Hari di Gili Genting

Selepas dari cerita postingan Indonesia Maritime Challenge (IMC) kemarin saya mau rekomendasiin dua tempat yang emang ajib panoramanya. Gili Genting sendiri masih bagian dari Kabupaten Sumenep Madura. Kawasan ini sekarang lebih terkenal dengan sebutan "Pantai Sembilan" karena apabila dilihat dari udara pantainya membentuk angka sembilan, lebih rincinya lagi terletak di Desa Bringsang Kecamatan Gili Genting.

Menuju tempat ini kita dapat melakukan perjalanan darat ke Sumenep yang berjarak kurang lebih 4 jam dari Jembatan Suramadu dilanjutkan menyeberang dari pelabuhan kecil di Sumenep yang menempuh waktu kurang lebih satu setengah jam dengan kapal berukuran sedang. Untuk harga dan akomodasi lainnya saya gak bisa share disini karena kemarin emang pure free dari IMC heuheu. Kalo kalian punya banyak waktu saat liburan atau memang ingin berlama-lama di Madura, bisa banget sekali dayung dua pulau terlampaui karena dari Gili Genting kita bisa lanjut ke Gili Labak.

Untuk panorama udah gausa diragukan lagi karena mulai dari matahari terbit sampai tenggelam ga ada yang ga asyik disini, mungkin kalo siang teriknya sedikit keterlaluan sih hehe tapi enak untuk bersantai dan tidur.


Kali ini saya mau bagi pengalaman saya lima hari di pulau ini, beberapa hal yang perlu kalian tau diantaranya :

Fasilitas Lengkap, Euy!


Kepala Desa Bringsang mengelola kawasan ini mulai dari nol hingga sekarang sudah mumpuni fasilitasnya. Mulai dari cottage dengan bentuk yang menarik, harganya sekitar 150 sampai 200 ribu permalamnya, bisa diisi sekitar lima sampai enam orang full AC pulak. Selain itu toilet nya juga cukup banyak, sekitar sepuluh ruang, tapi waktu itu karena ada event jadilah harus bangun pagi buta biar ga antri heu. Warung-warung disana juga aman terkendali harganya gak seperti warung di tempat wisata pada umumnya. 



Cottage yang nggak pernah saya coba huhu
Selain itu fasilitas yang diberikan untuk berswafoto juga lengkap, kayaknya Pak Kades emang research nya mantep deh. Bahasa sekarangnya sih tempat ini cukup kekinian. Ada banyak plang atau tulisan seperti "mending foto daripada inget mantan" dan sebagainya. Di pinggir pantai banyak dedudukan untuk bersantai, gazebo, ayunan, dan frame sehingga sangat fotoable gitu! Kalo panas bisa neduh di gazebo berenda, cocok pula buat prewedding. Selain itu ada juga kano yang bisa disewakan ke pengunjung. 




kano
Nikmati Matahari Terbit di Pinggir Pantai

Dikarenakan fasilitasnya emang mumpuni banget jadi pantai ini merupakan spot menikmati matahari terbit. Biasanya waktu subuh saya uda bergegas bangun, bersih diri, dan lainnya, jadi waktu matahari mulai terbit saya bisa selonjoran di bangku santai sambil handbodyan tanpa ada yang ganggu haha. Mungkin sesekali waktu uda mulai terang ada beberapa yang ngedatengin silih berganti buat ngobrol hehe. Lima hari yang indah di setiap paginya 🌅


My morning view
Begitulah kira-kira setiap paginya. Btw itu kaoskaki dari @socking.id
Upacara di Kecamatan Gili Genting

Bertepatan dengan bulan Agustus dan event IMC ini, jadi saya ikut juga upacara 17 an bareng warga dan beberapa instansi lainnya. Dimulai dari kapal yang dikayuh oleh anak-anak MC ITS, lalu dilanjutkan upacara tujuh belasan seperti umumnya setelah uda lumayan lama saya gak upacara tujuh belasan. Disini saya bersyukur banget karena bisa ketemu banyak orang dan melihat wajah-wajah madurese. Kurang lebih saya jalan satu setengah kilo an untuk menuju ke lapangan tempat diadakan upcara ini.


Pra upacara

Lihat kapal dulu

Bapak Guru


Lautnya Jernih dan Bersih!

Nggak mungkin kita tamasya tanpa ada hasrat untuk berswafoto kan? Disini pantainya bersih dan lautnya clear, apalagi waktu siang. Beh. Sejauh mata memandang biru semua, cocok banget untuk melepas penat dari hiruk pikuk perkotaan. Selain itu pemandangan bawah lautnya juga juara, namun terkadang tidak diperbolehkan untuk berenang karena arus ombak yang cukup berbahaya. Kalau mau berfoto dengan latar belakang laut biru kisaran jam sebelas sampai jam satu an aja. It's Instagramable, dude. Tapi saya pribadi di siang hari kebanyakan main ke masjid buat bersih diri (lagi, karena emang puanas pol) dan kembali ke pantai habis ashar menjelang sore lah.



Matahari Terbenamnya Juara

Menuju sore kita dapat bersantai karena sudah tidak terlalu terik sembari menunggu matahari terbenam. Selama lima hari disana nggak pernah senja nya failed, selalu ada warna langit eksotik setiap sorenya apalagi sambil nyantai dipinggir pantai. Buat kalian yang berencana liburan kesini saya saranin buat nginep aja entah ngecamp atau pakai cottage,  karena matahari terbit dan terbenamnya selalu menyajikan gradasi warna langit yang epic, merah-merah jingga. 


Bisa foto siluet ala-ala prewed gitu ya

Oh the skyyyy


Itu dia sedikit pengalaman saya waktu di sana, ada bonus ke Gili Labak juga, saya bakal ceritain di postingan selanjutnya hehe. Bulan-bulan Desember sampai Januari kayanya lagi gede-gedenya ombak, jadi kalo mau kesana usahakan hindari bulan tersebut ya. Happy long holiday, fellas !

hehe

Wawa Yasaruna's

1 comment:

  1. Asik banget selalu dapet senja tiap sorenya..

    -Traveler Paruh Waktu

    ReplyDelete