24.1.17

Menyusuri Pacitan


Pergi jauh dari rumah adalah hal yang sangat membuat saya refresh kembali, meskipun capek tapi gatau kenapa pergi jauh bikin otak saya beristirahat lebih dibandingkan saya tidak melakukan apa-apa di rumah.

Sekitaran Mei 2016 saya beserta teman-teman SMA main ke Pacitan dan beruntungnya ada rumah Nenek dari Ghazi yang memberi kita tumpangan untuk beberapa hari, Berangkat dari Malang kita motoran sejauh +- 241,1 KM (kata Mbah Google,sih). 

Tahun 2014 saya uda pernah main-main ke Pacitan naik bus dan sewa ojek ke beberapa destinasi ; Pantai Klayar, Pantai Banyutibo sebelum hits, Goa Gong. Kali ini lebih rame perjalanannya karena kita berenaman dan lebih fleksibel karena bawa kendaraan sendiri. 

Hal yang ada dibenak saya ketika mendengar Pacitan adalah ; pantai, batu akik, dan Presiden SBY. Sengaja tidak membuat itinerary dan ternyata lumayan menyenangkan juga hehe. Apa aja yang bisa kalian lakukan di Pacitan ?

Main ke Pantai dong !

Pacitan sebenarnya lebih dikenal dengan "Kota 1001 Goa". Nggak ngitung sih, tapi kalo diitung beneran mungkin lebih dari 1001 soalnya sepanjang perjalanan sering banget lihat goa-goa kecil gitu. Hal yang lebih menarik hari saya adalah pantainya, tipikal pantai selatan dengan warna biru bersih dan ombak yang lumayan ganas. Saya menyusuri beberapa Pantai di Pacitan diantaranya Pantai Banyutibo & Klayar (lagi, dengan situasi yang beda tentunya), Pantai Srau, dan Pantai Telengria. Masing-masing punya keistimewaan, sih. 

Pantai Banyutibo Ketika Pasang

Dua tahun lalu saya mengunjungi pantai yang sudah lumayan kondang ini waktu masih sepi-sepinya dan akses masih susah, belum ada warung-warung di tepian pantai dan saya masih bisa turun ke air terjun lepas lautnya. Telisiklah disini. Dikarenakan sedang pasang, kunjungan ke Banyutibo kali ini ngeliatin ombak ganas pantai selatan saja tanpa tujun menikmati Pantai Banyutibo dari bawah. Akes sudah gampang banyak petunjuk arah, fasilitas lengkap, serta tiket masuk murah sekitar Rp 10.000.






Pantai Buyutan

Sampai di Pantai Buyutan karena iseng melihat plang "Pantai Buyutan belok kiri", sebelumnya memang sama sekali belum pernar mendengar nama pantai yang ternyata eksotik ini. Sebenarnya tidak begitu tertarik, namun karena penasaran dan searah akhirnya kesini dan.... taraaa !

view dari atas




Eksotik banget dan sepi! Bebatuan super besar itu karena kikisan ombak-ombak yang berketerusan jadinya kaya membentuk batu batu eksotik gitu (sumber dari papan yang ada di Pantai Buyutan). Di pantai itu cuma ada kita berenam sama penjaga parkir ataupun pedangan di warung-warung tepi pantai. Ditambah lagi harga kelapa muda yang satu buahnya hanya lima ribu rupiah wuuuuu segar. Bukan segelas lho ya, tapi sebuah, Karcis masuknya kisaran sepuluh ribu rupiah juga, murah meriah.

Pantai Klayar ketika Matahari Tenggelam

Hal yang saya kunjungi untuk kedua kalinya pula! Kalau 2014 saya ke Pantai Klayar di siang hari sehingga terlihat sangat eksotik bisa dilihat disini. Kali ini saya lihat versi sendunya ketika matahari mulai turun pelan-pelan. 



Pantai Srau 

Pertama kalinya saya main ke Pantai Srau sih, sebenernya pantainya sama kaya pantai-pantai lainnya cuman... sedikit kotor huhu. Saya dan team cuma duduk duduk saja sembari nikmatin angin lalu ketika sudah mulai bosen ya otewe lagi cari destinasi. FYI karcis masuknya hanya lima ribu rupiah!





Menikmati Sunset di Pantai Teleng Ria

Pantai yang terletak di dekat kota ini mempunyai pemandangan metahari terbit yang apik. Akses  mudah serta banyak banget warung-warung yang berjualan seafood (bisa frozen food, bisa juga makanan siap saji) membuat Pantai Teleng Ria menjadi sasaran wisatawan luar kota untuk bervakansi bersama keluarga. Harga tiket masuknya cukup mengecewakan karena mahal banget, per orang kena tiga puluh ribu rupiah :( Yaa mungkin karena emang udah terfasilitasi dan jadi tempat wajib event-event di Pacitan. 

Meskipun disini tempat yang asyik buat liat matahari terbit, tapi matahari terbenamnya ga kalah kok!



Jajan di Alun-Alun Pacitan

Sewaktu pulang dari Pantai kita berenam sempat cari tempat untuk ngopi di Maps dan empat kali tempat yang kita datengin zonk. Sampai-sampai punya cita-cita buat bangun tempat ngopi di Pacitan huff. Akhirnya kita ke Aalun-Alun daaaan sepiiii banget padahal hari Sabtu. Padahal makanan disana murah dan beragam. Saya ngejajan banyak mulai dari sosis, tahu rasa, ketan (cuma lima ribu rupiah porsi dan toppingnya buanyak, beda sama di Batu), dan eskrim. Mencari pokemon disini lebih gampang daripada mencari muda-mudi -_-

Makan Seafood Sepuasnya !

Dikarenakan Pacitan kaya banget akan laut sehingga bangsa ikan-ikanan melimpah banget. Dasarnya di Malang jarang makan ikan laut jadinya ketika disini berasa mewah. Makan seafood sepuasnya dengan harga super murah heuheu.



Mungkin lain kali harus menyusuri goa-goa dan batu akik Pacitan ya.

hehe

Wawa Yasaruna's

1 comment: