22.6.16

Epilog

Semoga suatu saat nanti sosokmu akan sempat meluangkan sepersekian sekon untuk sekerdar membaca larutanku.

Aku sudah habis dalam diammu.
Seharusnya kamu tahu segala juang yang tersalurkan selama beberapa purnamaku, purnama kita. Ingatan yang sengaja aku buang justru berputar tak hanya dalam kepala, namun jua dalam dada. Sangat sesak. Sesak. Sesak.

Sementara ini, tersadar.
Pabila merindu engkau kulakukan sampai menembus tulang belakangku, ternyata  adalah hal yang paling tidak berkelas. Sia-sia dan stagnan.

Kelanamu-kelanaku.
Menelisik kelana mu tak akan pernah selesai. Permainanmu belum berakhir, tuan. Biarkan aku yang menjadi saksi hidupmu untuk beberapa layar, beberapa tirai, bahkan adegan. Sampai aku benar-benar habis tak akan ku hilangkan sosok tuan dalam ingatan.

Persinggahan.
Sadar diri. Tahu diri. Dan berhenti mencari.

Tuan, tahukah ?

Kini ada manusia lain yang memanusiakan hamba.

hehe

Wawa Yasaruna's

1 comment: