21.12.14

Toroan : akhir cerita dari Pulau Garam

Sebenernya setelah kita dari Pantai Badur kita main-main dulu ke Pantai Lombang dan disana kita sama sekali nggak ngambil gambar, kita cuma istirahat santai sembari makan rujak atau minum degan. Setelah itu kita memutuskan untuk segera balik ke rumah pakdenya Yoko karena dinihari kita bakal otw Malang dan menyelesaikan destinasi terakhir kita : Toroan.
Desember 2013 saya udah pernah napak di Toroan dari perjalanan yang super nekat gara-gara jenuh dirumah, bisa dilihat disini. Dan siapa kira kalo pada akhirnya saya bakal kesini rame-rame :' Dan satu hal yang bikin saya kecewa adalah saya gak bisa nyambangi keluarga yang nampung saya tahun lalu gara-gara kita pulang lewat jalur yang berbeda.






si gundul
si kabupaten 
si putra duyung 



Ada kalanya kita harus keluar dari zona nyaman kita

hehe.

Wawa Yasaruna's

20.12.14

Pantai Badur

Setelah kita bertamasya ke Sembilangan Madura kita langsung lanjut ke rumah pakdenya Yoko di Sumenep untuk bermalam. Besoknya kita langsung menuju ke Pantai Badur kebetulan sebelum berangkat ke Madura saya menemukan tempat ini dari Instagram. Disini terkenal akan tambang kapurnya yang bagussssss












Baru tau loh di Madura ada tempat se ajib ini........................

hehe.

Wawa Yasaruna's

6.12.14

Sembilangan Madura

Perjalanan kali ini cukup seruuuu, team kali ini ada saya,Yoko,Farah,Fajar,Ucup,Penceng. Kita berangkat dari Malang jam 11 pagi naik motor. Malang-Bangkalan makan waktu 6 jam  an dan ini kali keduanya saya menginjak tanah Madura setelah setahun lalu saya nggembel sendirian ke Sampang.
Karena kita berangkat hari Jum'at kita mampir di Masjid Muhammad Ceng Ho dulu buat sholat Jum'at

Mesjid corak China

Ini kali pertamanya saya lewat Jembatan Suramadu. Shenang.


Selfi dolo di Suramaduuu. Shenang.
Karena kita-kita naik motor jadinya saya dengan bebas menentukan destinasi meskipun ke tempat-tempat yang pelosok dengan bantuan GPS. Tujuan pertama setelah kita nginjek Bangkalan adalah Mercusuar Sembilangan, dan kebetulan kita dateng waktu sore menjelang senja.
Ketika sampe di Sembilangan sepiiiiiiiiiiiiiiii banget, cuma ada 3 mas-mas penjaga yang tiba-tiba dateng sambil ngomong "mbayar mas..." Lalu kita langsung naik dan nyhantay di puncak mercusuar


di depan mercusuaar

menuju puncak


Medina Kamil di puncak mercusuar 
shahduuuuu


si gundul

suantai di puncak mercusuar 


Setelah leleyehan di puncak mercusuar kita turun dan kebetulan dapet momen yang good seperti Mastin


senja menggila


Beda orang, beda tempat, beda cerita.

hehe.

Wawa Yasaruna's

3.12.14

Desember

Slalu ada yang bernyanyi dan berelegi dibalik awan hitam

Desember datang lagi.
Tigaratus enampuluh derajat senjang dengan segala sejuk dan rintikan.
Ternyata dua pasang kaki itu, segala juang kentara itu dan segala problema itu masih gemar mondar mandir di mimpi mimpiku.
Memandang dejavu dari berbagai sisi memang salah satu keindahan diam , tak lupa jutaan luka puan.
Desember selalu membuka gerbang kepada gerakan yang berbeda pada ronde selanjutnya.
Semesta, telah berkehendak.

Semoga ada yang menerangi sisi gelap ini, menanti seperti pelangi setia menunggu hujan reda

Kepada setiap senjang dan spasi antara engkau dan aku , hanya tanda sama dengan yang kini aku nanti. Petaku tak tentu. Terjagalah engkau, saya mohon terjagalah.

Aku selalu suka sehabis hujan dibulan Desember... Dibulan Desember....

Ketika saya termenung bahwa, kamu pasti masih mencintai hujan dalam kisahmu sendiri. Saya masih merindu akan sejarah dan segala diorama kita dulu, jua masih akan terus berharap akan melalu segala rintik, deras, bahkan badai bersamamu lagi.Apabila suatu saat kau temui lagi berbagai persimpangan , jangan pernah lupa jalan pulang ; untuk menemuiku lagi dikemudian hari.

Sampai nanti ketika hujan tak lagi meneteskan duka meretas luka
Sampai hujan memulihkan, luka.

hehe.

Wawa Yasaruna's

14.11.14

17.9.14

Rindu

Rumah kosong sudah lama ingin dihuni
Adalah teman bicara, siapa saja atau apa



Semua molekul dapat berubah dalam hitungan detik, mau maupun tak mau. Segalanya yang diam pun terhanyut dalam angin, berarah, tiada diam abadi. Ratusan bualan yang mengobesitaskan seluruh kekeruhan sudah jadi senandung basi. Semua berubah, tak terkecuali engkau ; sesuatu yang tak lagi nyata. Kembali mengejar mimpi-mimpi itu sendiri dan memeluk kabut itu.........................sendirian.

She's still waiting for you, but you don't.

hehe.

Wawa Yasaruna's

15.9.14

Sempu-Goa China














Bukan tentang kemana kamu pergi, tapi dengan siapa kamu pergi - unknown

hehe.

Wawa Yasaruna's