11.9.18

One Day in : Palembang

Over excited menuliskan hara-huru perjalanan trip ke Sumatra. Trip ini memang sudah saya rancang lama dengan durasi perjalanan kurang lebih sembilan hari dan tembus ke tiga pulau dan dua provinsi. Tujuan pertama dari trip ini adalah singgah di Palembang untuk nonton Asian Games (momentum banget memang!) serta jalan-jalan di sekitar pusat Kota Palembang.

By the way dalam trip ini saya melakukan perjalanan darat laut angkasa aliasnya menggunakan transportasi darat, laut, dan udara. Dari Malang naik bis ke Surabaya, lalu naik pesawat ke Jakarta, lanjut kapal dan bis ke Palembang. Kok ribet amat? ya gapapa haha.

Dari Jakarta ke Palembang menggunakan Bis Pahala Kencana yang normalnya 250.000 rupiah, saya dapet dengan harga 207.000 via Traveloka. Ohya sekarang Traveloka udah bermitra sama beberapa bis jadi memudahkan untuk trip via darat selain kereta. Durasi perjalanan sekitar 17 jam dari Terminal Kalideres Jakarta menuju Palembang, awalnya bis katanya dateng jam 14.30 ternyata baru dateng jam 16.40 an, yoweslah gakpapa~

2.8.18

One Day in : Lombok Tengah

Ngomong-ngomong karena ini adalah kali pertama saya menginjak tanah Lombok saya excited banget dong! Kebetulan jarak antar satu kota ke kota yang lain memang gak terlampau jauh, jadi kemana-mana pakai motor masih kami rasa aman.  Di Lombok entah kenapa destinasi utama kami di sekitaran Lombok Tengah, mungkin karena banyak ikon-ikon wisata yang sering terkspose media. Pasrah mengikuti jalur, semoga kali ini Lombok bersahabat.

Salah satu sudut di Desa Sade

29.7.18

Wedang Secang yang Merelaksasi

Huru-hara Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang saya rasa dari awal hanya sebagai penggugur kewajiban saja dan saya rasa cukup menjenuhkan ternyata semakin kesini semakin kerasa asyiknya. Memang, jenuh luar biasa,rasanya seperti dipenjara. Ternyata, selain kurang mendengarkan musik selama KKN, saya juga kurang pinkik heuheu.

Saat ini saya lagi KKN di Desa Leminggir, Mojokerto kurang lebih sebulanan. Untuk mengantisipasi kebosanan, sesekali saya main ke kota buat menghirup udara segar diluar Leminggir. Sampai suatu ketika butuh asupan rempah-rempah buat menyegarkan badan dan pikiran, kebetulan di Mojokerto sendiri ada wedang peninggalan Mojopahit yang biasa disebut Wedang Secang. Denger-denger sih, dulu wedang ini sebagai suguhan wajib untuk tamu-tamu kerajaan Mojopahit.

Minuman tradisinonal ini bisa dibilang mirip-mirip Wedang Uwuh yang berasal dari Jawa Tengah. Untuk bahannya sendiri ada racikan rempah-rempah seperti serai, jahe, kayumanis, cengkeh, daun pala, dan bahan utamanya yang membuat wedang ini kemerah-merahan yaitu secang. Katanya wedang khas Trowulan Mojokerto ini khasiatnya sebagai penambah stamina tapi bagi saya pribadi bikin relaks dan seger di badan, seketika stress hilang haha.