8.11.18

Potensi Tersembunyi Kota Seribu Kue

Saya gak ngerti ini sudah postingan tentang Muntok yang keberapa, jelasnya kota kecil ini bener-bener bikin saya jatuh cinta sejatuh-jatuhnya. Emmmtalah.Gak melebih-lebihkan sih, tapi emang potensinya banyak banget meskipun masih jarang disinggahi pengujung karena letaknya yang jauh dari pusat Kota Bangka.

Sebelumnya saya juga gak tahu menahu tentang julukan ini, yang ternyata memang tercatat di MURI sejak tahun 2010. Diawali dnegan acara hari jadi Kota Muntok dan menyelenggarakan Festival 1000 Kue selama tiga hari, ternyata jenis kuenya mencapai 217 sehingga jadilah julukan ini dan telah diresmikan juga.

Kalau kita cuma denger 'konon katanya' dan sekedar julukan ya kurang seru dong? Setelah bertanya warga setempat dimana pusat kue-kue tersebut, kami langsung menuju TKP yaitu di sebrang Masjid Jami dan Klenteng yang menjadi landmark Kota Muntok ini, kebetulan banget bisa sekalian!

Kue-kuenya literally buanyak! Kecil-kecil juga harga rata-rata cuma seribuan, jadi bisa mencoba banyak macem. Sebenernya kuenya juga ada seperti jajanan pasar di Jawa, jadi yang saya coba yang bener-bener khas Muntok dan gada di daerah saya.


5.11.18

Napak Tilas Proklamator di Wisma Ranggam


Salah satu tempat bersejarah di Muntok ini memang sengaja saya tulis ekslusif di satu postingan karena menurut saya tempat ini menjadi cikal bakal sejarah besar dan memiliki nilai historis yang tinggi. Letaknya sendiri gak jauh dari Museum Timah Bangka, serta letaknya strategis di pusta kota Muntok.
 
"Kemerdekaan Penuh itu Dicapai, Tanpa ini Indonesia Sulit Merdeka"

 
Bangunan itu tampak depan seperti rumah kuno ala Belanda pada umumnya, dulu tempat ini sebagai tempat pengadilan pada tahun 1890 lalu beralih fungsi menjadi tempat persinggahan pejabat timah Banka Tin Winning (BTW).  Maka dari itu pesanggrahan ini sempat dijuluki gedung BTW. Begitu datang kami disambut hangat oleh petugas setempat yang merupakan anak kandung dari orang yang sempat merawat bangunan ini karna sempat terbengkalai beberapa tahun. Beliau menjelaskan dengan runtut sejarah akan Pesanggrahan Muntok / Wisma Ranggam ini.


Apa yang spesial dari tempat ini?

11.10.18

One Day In : Pangkalpinang? Kulinerin aja!

Lepas dari Muntok yang belum khatam saya tulis semuanya, saya pingin share tentang pengalaman sehari di Pangkalpinang. Sebenernya gak sampai sehari sih, tiba di Pangkalpinang jam tujuh malam lalu besoknya jam tiga sore harus nyebrang ke Belitung. Sebenernya waktu di Bangka ini sedikit terburu-buru karena mengejar kapal ferry ke Belitung itu, secara kapalnya cuma seminggu tiga kali keberangkatan jadi harus atur itinerary sebaik mungkin.

Pangkalpinang sendiri adalah Ibukota Provinsi Bangka Belitung, jauh lebih kota daripada Muntok huahahha. Kontras ketika saya pertama dateng setelah kurang lebih empat jam naik Damri (elf), lumayan rame dan lebih kota daripada Muntok. Kulinernya pun lebih kekinian, jadi makanan khas bangka yang tradisional bisa di cari di Muntok sedangkan yang lebih modern bisa cari di Pangkalpinang.

Awal dateng langsung nyari rotpang alias Roti Panggang Bangka, roti jaman dulu dengan isian kacang, coklat, selai, dan sebagainya. Dijalanan harganya cuma duaribu aja dan satu roti itu udah kenyang banget. Gak perlu susah-susah kalau mau cari makanan ini karena menjamur mulai sore sampai malam.

Rotpang 2000 an !